GERBANG GAPURA CANDI BENTAR KHAS JEPARA
Gapura Candi Bentar ini merupakan desain candi bentar khas Jepara terbukti dengan
adanya candi bentar ini terletak di Pendopo Jepara.
Candi
bentar adalah sebutan bagi bangunan gapura berbentuk dua bangunan
serupa dan sebangun tetapi merupakan simetri cermin yang membatasi sisi
kiri dan kanan pintu masuk. Candi bentar tidak memiliki atap penghubung
di bagian atas, sehingga kedua sisinya terpisah sempurna, dan hanya
terhubung di bagian bawah oleh anak tangga. Bangunan ini lazim disebut
"gerbang terbelah", karena bentuknya seolah-olah menyerupai sebuah
bangunan candi yang dibelah dua secara sempurna. Bangunan gapura tipe
ini terutama banyak dijumpai di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok. Bangunan
gerbang terbelah seperti ini diduga muncul pertama kali pada zaman
Majapahit.
Pada aturan zona tata letak istana atau bangunan
penting, baik candi bentar maupun paduraksa merupakan satu kesatuan
rancang arsitektur. Candi bentar merupakan gerbang untuk lingkungan
terluar yang membatasi kawasan luar pura dengan nista mandala (jaba
pisan) zona terluar kompleks pura, sedangkan gerbang kori ageng atau
paduraksa digunakan sebagai gerbang di lingkungan dalam pura, dan
digunakan untuk membatasi zona madya mandala (jaba tengah) dengan utama
mandala (jero) sebagai kawasan tersuci pura Bali. Maka dapat disimpulkan
bahwa baik untuk kompleks pura maupun tempat tinggal, candi bentar
digunakan untuk lingkungan terluar, sedangkan paduraksa untuk lingkungan
dalam.
GERBANG GAPURA CANDI BENTAR KHAS KUDUS

Gapura Candi Bentar ini merupakan desain candi bentar khas Kudus terbukti dengan
adanya candi bentar ini terletak di Masjid Menara Kudus.
Candi
bentar adalah sebutan bagi bangunan gapura berbentuk dua bangunan
serupa dan sebangun tetapi merupakan simetri cermin yang membatasi sisi
kiri dan kanan pintu masuk. Candi bentar tidak memiliki atap penghubung
di bagian atas, sehingga kedua sisinya terpisah sempurna, dan hanya
terhubung di bagian bawah oleh anak tangga. Bangunan ini lazim disebut
"gerbang terbelah", karena bentuknya seolah-olah menyerupai sebuah
bangunan candi yang dibelah dua secara sempurna. Bangunan gapura tipe
ini terutama banyak dijumpai di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok. Bangunan
gerbang terbelah seperti ini diduga muncul pertama kali pada zaman
Majapahit.
Pada aturan zona tata letak istana atau bangunan
penting, baik candi bentar maupun paduraksa merupakan satu kesatuan
rancang arsitektur. Candi bentar merupakan gerbang untuk lingkungan
terluar yang membatasi kawasan luar pura dengan nista mandala (jaba
pisan) zona terluar kompleks pura, sedangkan gerbang kori ageng atau
paduraksa digunakan sebagai gerbang di lingkungan dalam pura, dan
digunakan untuk membatasi zona madya mandala (jaba tengah) dengan utama
mandala (jero) sebagai kawasan tersuci pura Bali. Maka dapat disimpulkan
bahwa baik untuk kompleks pura maupun tempat tinggal, candi bentar
digunakan untuk lingkungan terluar, sedangkan paduraksa untuk lingkungan
dalam.